Semen Romo Latar Cemeng

IMG_20160114_091611_HDR

Semen dalam Bahasa Indonesia berarti untuk tumbuh dan berkembang. Motif ini merupakan salah satu motif paling sakral dari beragam motif tradisional Indonesia.

Semen merupakan motif kompleks secara visual, yang melambangkan ketiga dunia dari eksistensi manusia (mikrokosmos, makrokosmos, dan sumber pencipta). Bagi sebagian masyarakat motif ini dipercaya sebagai motif yang melambangkan kesuburan.

Desain semen memiliki motif-motif pokok berikut:

  1. Ular Nogo/Naga Keratin (lambang dunia yang tidak kelihatan-maupun tanah yang subur)
  2. Pohon hayati, burung kecil atau serangga, rusa, tumbuhan, sebuah struktur arsitektur (rumah/candi). Sebuah figur geometris dengan bentuk V (simbol untuk ladang atau air), kobaran api/api, sebuah symbol untuk warisan (seperti sebuah meteor)
  3. Sebuah gunung suci, Gunung Meru, sayap besar, yang menyimbolkan burung Garuda yang sakral.

Meskipun Garuda dan Naga bermusuhan, keduanya melambangkan prinsip Ying dan Yang dalam desain semen.

Semen Room (Romo atau Rama adalah pahlawan dalam legenda Ramayana) adalah pola yang mencolok, dan pada masanya  kain ini merupakan bagian dari desain “terlarang”, yang hanya boleh digunakan oleh Sultan dari anggota keluarganya.

Kalimat tambahan “latar cemeng” berarti, kain panjang ini memiliki latar belakang hitam. Sebuah kain dengan pola yang sama dapat meiliki latar belakang putih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s